idolaku, panutanku


Idolaku, Panutanku

Oleh : Novita Wulandari

Setiap orang dalam hidupnya pasti memiliki sosok idola yang dikaguminya, bahkan menjadi panutannya. Sosok idola bagi seseorang dapat memiliki peranan penting dalam hidupnya, hingga terkadang dapat merubah pola pikir seseorang yang cenderung berusaha mirip dengan tokoh idolanya. Jujur, saya sendiri sejak kecil begitu banyak mengidolakan tokoh mulai dari pahlawan, orang disekitar saya, aktris, aktor juga atlet. Bahkan hingga saat ini, saya masih mengidolakan beberapa tokoh yang saya sukai pemikirannya. Waktu masih menjadi mahasiswa baru dulu, saya pernah membaca salah satu berita di internet mengenai seseorang yang kini menjadi salah satu idola saya, bahkan bisa dibilang menjadi panutan saya hingga saat ini, bukan hanya tentang fisik tapi pemikirannya yang membuat saya kagum.


Dia adalah seorang Influencer, Blogger, dan Youtuber. Wanita berhijab itu adalah youtuber pertama yang saya ikuti sampai saat ini dan selalu saya tunggu konten-kontennya yang menginspirasi. Dia adalah Gita Savitri Devi, wanita menginspirasi kelahiran Palembang, 27 Juli 1992 yang pada tahun ini menginjak usia 27 tahun. Sejak 2010 Gita kuliah dan menetap di Jerman, mengambil jurusan Kimia murni di Freie Universitat Berlin. Saya mengidolakannya bukan hanya karena dia kuliah diluar negeri, tapi juga karena perjuangan dan pemikirannya yang berbeda dari kebanyakan orang dan memberikan pengaruh bagi hidup saya. Sebagai minoritas disana, Gita mampu menunjukkan perbedaan bukanlah segalanya, lebih bisa menghargai sesama, lebih peduli apa yang sedang terjadi di masyarakat, juga dapat melihat suatu hal dari sisi positifnya.
Gita Savitri Devi sebagai seorang Influencer sekaligus Youtuber memiliki beragam konten yang tidak hanya menyajikan suatu hiburan, namun juga menghadirkan konten-konten kreatif yang mampu mengajak kita untuk berpikir, bukan hanya tentang diri sendiri tapi juga orang lain. Beragam konten menarik dan menginspirasi contohnya mengenai body shamming, kehidupan selama kuliah di Jerman, opini tentang isu-isu sosial masyarakat di Indonesia maupun luar negeri dan masih banyak lagi konten menarik lainnya. Selain itu, Gita juga ikut menjadi relawan di Yordania dan menjadi pengajar Jelajah Nusa 2018 di Kepulauan Sula.
Menurut saya, konten yang menarik itu bukan hanya yang membuat kita merasa terhibur, melainkan konten yang mampu menggugah diri kita untuk lebih peduli pada orang lain. Ada salah satu kalimat dalam videonya Gita Savitri yang masih saya ingat sampai saat ini yaitu “Don’t try to impress people, Do it because you wanna do it, Do it because it’s for you, only”

Comments

Popular posts from this blog

MY BEST IDOL IS MY PARENTS