bebas
Bebas
-Teruntuk Nyonya S
Oleh : Sabilillah
(Santri Pusat Kajian Filsafat dan Teologi)
Aku belajar
menangis dari cinta
cinta yang
tertinggal disebuah kota
tanpa manusia
atau agama
orang-orang
dungu berlalu-lalang mengendus waktu
menyimak senja
yang telah punah
digerus
kepadatan kendaraan
lampu-lampu
sorot
klakson-klakson
kencang
dan tangis anak
kecil yang tak tahu jalan pulang
cinta mendidik
takdirku
untuk menerima
ramainya hatimu
bekas-bekas
lelaki
rongsokan-rongsokan
pejantan
sebilah kenangan
aku datang tak
membawa apa-apa
selain kata-kata
atau puisi yang
kutulis saat berahi-berahinya
malam bergunjing
soal namamu
siapa yang
sering kusebut dalam doaku
malam dirundung
kecurigaan
akan dirimu yang
kusetarakan dengan Tuhan
rindu mampir
sebentar
membungkus kelakar
tawamu yang
terlempar
karena cinta
yang membakar
aku tak ingin
hidup lagi,
cukup sekali,
tapi kau temani
hingga mati
Warkop Dewo, 8
Feb 2019
Comments
Post a Comment