MY BEST IDOL IS MY PARENTS
MY BEST IDOL IS MY
PARENTS
Oleh : Ajeng Kusuma
Wardani
Orang tua bagiku lebih dari
segalanya dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Apalagi sosok ibu. Beliau
adalah ibu yang hebat, akupun tidak bisa melebihi hebatnya beliau. Di sini aku
akan cerita kenapa aku memilih orang tua sebagai idolaku, karena tidak ada
idola yang pantas aku tiru dan aku banggakan selain mereka. Saat ini aku masih
belum bisa membalas jasa-jasa mereka, aku belum bisa dikatakan anak yang
berbakti dan membahagiakan orang tua. Mungkin di luar sana juga banyak super mom yang lain. Tapi definisi dari
hatiku sendiri, ibuku adalah seseorang yang melahirkan aku 9 bulan, merawat dan
mengajariku tentang apa yang aku tidak tau menjadi tau, mendidikku agar jadi
anak yang mempunyai tata krama, mengondisikan sikap saat bersama orang yang
lebih tua atau teman sejajarku. Ibuku selama ini juga membiayai segala
pendidikan yang aku tempuh sedari SD-sekarang ini. Kadang, aku melupakan jasa
beliau. Aku tau tidak mudah menjadi seorang ibu dan istri. Setiap harinya harus
mengatur uang agar cukup untuk bayar ini lah itu lah dan bingung memikirkan
menu masakan apa yang akan dimasak hari itu. Jujur aku juga bukan anak dari
orang tua yang kaya, tapi aku bangga sudah terlahir dari mereka. Sebenarnya waktu
aku menginjak Taman Kanak-Kanak, ibu dan bapakku mulai menjadi pedagang kaki
lima. Bapakku tidak bekerja, jadi kami hidup bergantung kepada Ronde. Dan selama
ini yang mengatur uang bukan bapakku, tetapi oleh ibukku. Maka dari itu, aku
bangga sekali punya super mom yang
sangat kuat dan sabar.
Aku tidak tau harus membalas jasa
beliau dengan apa. Tapi aku berjanji pada diriku sendiri suatu saat aku akan
membuktikan kalau aku bisa sukses dan membanggakan beliau. Aku bersyukur bahwa
dari gerobak ronde ibuku dan bapakku bisa membiayai aku dan kakakku dari TK
sampai sekarang. Semoga saja jika aku sudah menempuh kehidupan yang baru aku
bisa mencontoh semua perilakumu Bu, dan aku bisa setegar dan sesabar dirimu.
Beribu-ribu terimakasih aku ucapkan kepada Ibu dan Bapak. Maaf saat ini aku
belum bisa membuat bangga kalian. Semoga Allah membalas jasa-jasa kalian dan
senantiasa diberi panjang umur, sehat selalu, dan dimurahkan rezekinya. Dan
semoga kalian yang membaca tulisan ini akan lebih bisa menyanyangi dan
menghargai orang tua selagi kita masih bisa dan selagi mereka masih ada disamping kita.
Comments
Post a Comment